Rak Buku
Posted: Senin, 25 September 2017 by Hanya Coretan Biasa in
0
Menentukan
seseorang yang layak menjadi teman itu tak semudah berkenalan lalu menjadi
teman. Ada beberapa proses yang masuk ke dalamnya.
Berkenalan-berbicara-mengenal-posisikan. Memposisikan teman itu sangatlah
penting. Teman A pantasnya diajak begini, teman B asyiknya ketika begitu.
Memposisikan teman itu layaknya menyusun buku pada rak buku. Buku pelajaran
karena sering digunakan maka dari itu ditaruh bagian depan, buku hiburan
seperti novel dan komik atau buku lama bisa ditaruh bagian tengah maupun
belakang sesuai situasi, buku baru entah penting atau tidak agar kalian ingat
membacanya kalian taruh disamping buku pelajaran, dan buku tak layak pakai
dimasukan ke dalam gudang agar tidak menumpuk di kamar. Pengelompokkan buku
pada rak buku itu sangat penting karena ketika kalian mencari suatu buku, maka
kalian sudah tahu letak buku tersebut. Akan jadi lebih lama mencari ketika buku
tersebut tidak kalian kelompokkan atau minimal ditaruh di satu tempat. Ketika
kalian membutuhkan buku tersebut, maka kalian akan kebingungan mencarinya.
Karena kebingungan tersebut kalian jadi semakin susah mencarinya. Panik akan
membuatmu semakin sulit berkonsentrasi. Contohnya ketika kalian membutuhkan
buku tulis untuk mengerjakan PR, kalian kebingungan mencarinya karena lupa
menaruhnya dimana. Alhasil buku tulis yang ada di dekat kalian-entah itu sesuai
atau tidak pelajarannya-kalian akan menggunakan buku tersebut sebagai tempat
mengerjakan PR. Begitu seterusnya dengan buku-buku yang lain. Dan hasilnya
adalah buku tulis kalian tidak rapi, isinya campur aduk tidak tertata. Ada
lebih dari satu pelajaran dalam satu buku. Ketika kalian mau belajar, kalian
juga akan kebingungan.
Begitu
juga dengan memposisikan teman dalam kehidupan kalian. Ibarat otak adalah rak
buku, maka taruhlah sahabat kalian di posisi paling depan, teman-teman ditaruh
tengah atau belakang, orang yang kalian tidak sukai taruhlah di gudang karena
kalian sudah tidak membutuhkannya, dan posisikan teman baru kalian sejajar
dengan sahabat kalian. Kenapa teman baru diposisikan sejajar dengan sahabat
kalian? Karena teman baru kalian bisa saja menjadi sahabat kalian kelak, maka
dari itu berilah kesempatan orang-orang baru untuk sejajar dengan sahabat
kalian. Jika kalian sudah mengenalnya, tata kembali orang baru tersebut apakah
masuk ke dalam posisi depan, tengah, belakang, atau bahkan di gudang. Menaruh
sahabat dalam posisi paling depan pun harus dikelompokkan lagi. Karena tidak
semua sahabat memiliki pemikiran yang sama. Ketika kalian membutuhkan solusi
sahabat A bisa memberi tetapi sahabat C tidak bisa. Ketika kalian membutuhkan
orang yang hanya mendengar cerita kalian sahabat C bisa mendengar tetapi
sahabat B tidak bisa. Sama halnya ketika kalian berdiskusi, tidak semua orang
dalam satu lingkup tersebut memiliki satu pemikiran yang sama. Mungkin A dan C
mempunyai pemikiran yang hampir sama, tetapi B tidak. Begitu juga sebaliknya. Tetapi
jangan menaruh teman layaknya menaruh buku pada satu tempat. Ketika kamu
melakukan itu, maka kamu tidak dapat memposisikan teman-teman yang cocok untuk
suatu hal. Seperti jika kalian ingin bercanda dengan seorang teman, Firly tidak
marah ketika kamu berkata begini tetapi Bobi marah ketika kamu berkata begini.
Karena kembali lagi ke statement awal pemikiran seseorang tentang suatu hal
tidaklah sama. Mungkin ada yang sama, tapi itu tidak sepenuhnya sama. Hanya
secara garis besar dia memiliki pemikiran yang sama. Maka dari itu, ketika kamu
ingin berbicara tentang suatu hal, lihat orangnya hal apa yang cocok untuk
dikatakan dan hal apa yang tidak cocok untuk dikatakan.
Benar-benar
mengelompokkan seseorang dalam hidup itu sangat penting. Agar ketika kalian
membutuhkan sesuatu, kalian tahu harus datang kepada siapa. Aku sangatlah tidak
setuju dengan pendapat “Katanya sahabat, tapi kok datang kalau butuh saja.” Ya
memang semua orang datang ketika butuh saja. Secara langsung maupun tidak
langsung. Semua orang tanpa terkecuali. Orang yang setiap harinya ada di dekat
kalian, sedih maupun senang tetap berkomunikasi dengan kalian itu juga ada butuhnya.
Dia butuh kalian maka dari itu dia di dekat kalian. Kalau dia tidak butuh
kalian, maka kalian akan di taruh ke dalam gudang selayaknya buku tak layak
pakai.