Matahari
Posted: Jumat, 28 Juni 2019 by Hanya Coretan Biasa in
0
Matahari, ia selalu terbit di pagi hari sedang
kebanyakan orang masih terlelap dalam tidurnya. Segelintir orang rela bangun
menyambut matahari terbit, memotret, mendamba, serta menunggunya. Matahari, ia
selalu tenggelam di sore hari ketika beberapa orang masih sibuk dengan
rutinitasnya dan beberapa lainnya sedang pulang menuju rumah. Namun, lagi-lagi
masih ada segelintir orang yang rela menyempatkan waktunya untuk menyampaikan
salam perpisahan kepada matahari terbenam. Tidak sedikit orang yang berdecak
kagum ketika melihat matahari terbit dan tenggelam, namun apakah ada yang memujinya
ketika matahari sedang di atas? Ketika di siang hari, ia menemani rutinitasmu. Ia
dengan sukarela memancarkan sinarnya agar kamu dapat beraktivitas dengan
pencahayaan yang pas. Kamu bahkan lebih sering mengeluhkan terik dan panasnya
matahari di siang hari daripada pagi atau sore hari. Padahal nyatanya, ia
adalah objek yang sama.
Apakah ini hal yang lumrah sebagai manusia,
bersukacita menyambut kedatangan dan bersedih hati ketika berpisah? Orang-orang
dengan bangganya menceritakan hal-hal tentang pertemuan, mengenang setiap
pertemuan, hingga membuat hari-hari khusus agar mengingat pertemuan itu. Ketika
berpisah pun hal yang sama terjadi, kamu menceritakan betapa sedihnya kamu,
betapa menyesalnya kamu, dan mengenang hari-hari perpisahan itu. Lalu, kemana
saja kamu ketika masih bersama? Ketika orang-orang yang kamu kasihi masih ada
disekitar kamu. Pernahkah mendambakan, mengagumi, serta mengenang setiap momen
kebersamaanmu? Kamu baru merasakan orang itu sangat berarti ketika berpisah,
padahal ketika bertemu kamu menunjukan pada dunia bahwa seberapa beruntungnya
kamu memiliki dia. Disaat masih bersama dengan orang yang kamu kasihi, justru kamu
lebih sering mengeluh, bertengkar, tidak puas dengan ini dan itu, serta tidak
menganggap bahwa dia adalah orang yang paling berarti. Lagi lagi, yang
menyadarkanmu tentang arti penting seseorang dalam hidupmu adalah perpisahan. Lalu,
kemana saja kamu selama masih bersama?
Selayaknya matahari, orang-orang hanya mengaggumi,
menunggu, serta mendambakan ketika terbit dan tenggelam. Pertemuan dan
perpisahan pun serupa nasibnya.