Otak-atik Kehidupan #1
Posted: Rabu, 20 Juli 2016 by Hanya Coretan Biasa in
1
Hai hai, gimana kabar kalian? Semoga baik. Kali
ini, aku akan membahas tentang quote “Hidup jangan dibikin drama”. Dan inilah
pendapatku tentang quote tersebut, here
we go. Selamat membaca.
Quote ini menurutku
salah kaprah. Bagaimana hidup tak dibikin drama sedangkan kita sejatinya adalah
aktor? Sejatinya kita adalah aktor yang sangat handal dan murah. Kita tidak
dibayar untuk melakukan suatu peran tapi kita tetap melakukan peran tersebut. Kita
memerankan beberapa peran berbeda pada setiap insan. Peran yang secara alami
mengalir begitu saja tanpa kita sadari. Aktor kehidupan. Kita merubah peran
kita secara berkala sesuai tempat. Kita bermain drama dengan natural bersama
orang-orang disekitar kita. Setiap harinya kita berdialog bahkan bermonolog
dengan gamblangnya tanpa menghafal suatu teks drama. Tanpa beban dan lepas
begitu saja. Tak usah diberi pelajari di suatu instansi, kita sudah mudah
melakoninya.
Ketika kita sedang dirumah, kita berperan
menjadi seorang anak atau saudara.. Ketika didepan orang tua, kita berperan
menjadi anak. Anak yang tangkas dan juga pemberani. Kita memiliki sifat
dan sikap yang berbeda ketika menjadi seorang anak. Sikap dan sifat ini bisa kita
“baca” melalui dialog kita kepada orang tua atau perilaku kita di depan orang
tua. Ketika berhadapan dengan adik atau kakak, kita mengubah peran kita
kembali. Begitu seterusnya ketika kita berada di tempat atau di hadapan orang
tertentu. Kita berada di ruang lingkup drama yang sangat pelik. Sulit diurai
latar belakang cerita ini bahkan sulit mempercayai adanya peran tersebut. Kita
pun tidak benar-benar bisa mewujudkan quote
yang lain, seperti “Jadilah diri sendiri”. Kembali lagi ke drama itu sendiri. Bagaimana
bisa jadi diri sendiri jikalau kita selalu memerankan tokoh yang berbeda dan
berubah-ubah? Kita hanya bisa menjadi diri sendiri ketika kita sendirian dalam
suatu ruang atau tempat. Kayak yang sempet di tulis Marco Ivanos—artis ask.fm—di akun ask.fmnya.
Dan.. sekian coretan-coretan kali ini. See you in next post. Terima
kasih telah membaca. Tinggalkan jejak—kritik,
saran, dan komentar—ya. Bye~ Sayonara~ Dadaah~